Presiden Prabowo Subianto menolak tawaran pinjaman IMF, menegaskan Indonesia mampu membiayai pembangunan tanpa utang. Fokus pada efisiensi dan investasi.
Presiden Prabowo mengumumkan penutupan 700 BUMN hingga 2026 untuk efisiensi. Penghematan diharapkan mencapai Rp 100 triliun untuk kepentingan masyarakat.
Prabowo menjelaskan kabinet gemuk dalam pidatonya, membandingkan Indonesia dengan NATO dan Timor Leste. Ia menegaskan pentingnya koalisi dalam pemerintahan.