Pemerintah saat ini disebut sedang mengupayakan keberlanjutan kebijakan fiskal ke pemerintah berikutnya yang dipimpin Prabowo Subianto mulai tahun 2024.
Outlook kredit Indonesia dipangkas oleh lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's), outlook yang tadinya stabil ditetapkan menjadi negatif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai semester I-2024 sudah defisit Rp 77,3 triliun.
"Defisit fiskal di bawah 3% dan IMF melihat budget deficit kita pada kisaran 2,2% tahun ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Realisasi pendapatan negara di Sumut mengalami kontraksi dibanding tahun lalu. Tercatat realisasi pendapatan negara hingga 31 Mei 2024 sebesar Rp 14,52 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penurunan outlook kredit Indonesia oleh Moody's, menekankan pentingnya MBG berjalan efektif dan efisien.