Serangan udara Israel di Gaza menewaskan 40 warga Palestina, termasuk 10 pencari bantuan. PBB menyebut lebih dari 1.000 tewas saat cari bantuan sejak Mei 2025.
Perdana Menteri Israel Netanyahu berjanji memperbarui rencana perang, termasuk menduduki Gaza. Palestina mengecam dan mendesak intervensi internasional.
Warga Israel dan keluarga sandera melakukan aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza. Mereka menuntut pembebasan para sandera yang masih ditawan di Gaza.
Global Sumud Flotilla mengatakan puluhan kapal masih "berlayar dengan teguh" menuju ke Jalur Gaza, meskipun ada pencegatan oleh pasukan Angkatan Laut Israel.
Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan 5 jurnalis Al-Jazeera, dianggap sebagai pembunuhan yang ditargetkan. Pihak Israel mengklaim jurnalis tersebut menyamar.