BPI Danantara berencana memangkas BUMN dari 1.046 menjadi 228 untuk perbaikan tata kelola. Targetnya, BUMN lebih kompetitif dan menyumbang US$ 50 miliar.
Presiden Prabowo menyoroti BUMN dalam pidato APBN 2026, menolak tantiem bagi direksi dan komisaris. Ia minta pengelolaan BUMN lebih efisien dan transparan.
"Perilaku korupsi ada di setiap eselon birokrasi kita. Ada di setiap institusi dan organisasi pemerintahan. Perilaku korup ada di BUMN-BUMN kita," kata Prabowo.