UAS ditolak masuk ke Singapura karena ceramahnya dianggap mengajarkan ekstremisme. Kepala BNPT mengatakan Singapura punya penilaian sendiri hingga menolak UAS.
Wirdel sempat membandingkan perilaku Priyanto dengan dua anak buahnya, Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Koptu Achmad Sholeh, yang sempat ingin menolong Handi-Salsa.