Ahli balistik, Arif Sumirat, menyatakan peluru yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir N Yosua Hutabarat berasal dari dua pistol.
Ahli balistik mengungkapkan, peluru di TKP pembunuhan Brigadir Yosua berasal dari dua pistol, juga terdapat serpihan peluru di jaringan otak Brigadir Yosua
Ahli poligraf dihadirkan sebagai salah satu saksi ahli di sidang pembunuhan Yosua. Ahli poligraf menyatakan akurasi tes terhadap Sambo dkk di atas 93 persen.
Ahli poligraf dihadirkan sebagai saksi di sidang pembunuhan Brigadir Yosua. Ahli tersebut menjelaskan hasil uji kebohongan (lie detector) para terdakwa.