Saham perusahaan tambang tanah jarang dan mineral penting Amerika Serikat (AS) melonjak pada Kamis (9/10). Kondisi ini terjadi setelah China memperketat ekspor.
Presiden AS Donald Trump jadi sorotan karena tidak secara tegas menolak untuk maju lagi kali ketiga. Spekulasi pun merebak soal bagaimana cara Trump maju lagi.
AS mendeportasi sekitar 120 warga Iran kembali ke negaranya. Deportasi tersebut sebagai bagian dari kesepakatan yang tercapai antara Washington dan Teheran.
Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong Young mengatakan dirinya meyakini ada peluang yang "cukup besar" untuk Trump bertemu dengan Kim Jong Un pekan depan.