WHO menyuarakan keprihatinan pada 20 anak yang meninggal akibat sirup obat batuk yang terkontaminasi. Diketahui, produksi obat dilakukan di tempat penuh sampah.
Berbagai penelitian di dalam dan luar negeri menyatakan bahwa kebisingan lingkungan perkotaan berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik manusia.