Tidak sedikit, warga perantau maupun mahasiswa yang datang dari luar Jogja kerap kebingungan jika menanyakan arah karena dijawab menggunakan mata angin.
Pasutri asal Magelang beserta 1 anak yang masih kecil dan 1 cucu itu hendak menjenguk anaknya yang lain di Jakarta sekaligus berlibur. Tapi takdir berkata lain.