Dwi Aprilia, remaja 13 tahun, menemukan harapan baru di asrama Sekolah Rakyat. Dari keterbatasan ekonomi, ia berani bermimpi jadi dokter dan percaya diri.
Enung Roswanti terpaksa meninggalkan perusahaan setelah 26 tahun bekerja. Kabar penutupan pabrik membuatnya terkejut dan merasa kehilangan rumah kedua.