Presiden AS Donald Trump merespons soal ada wartawan yang secara tanpa sengaja sempat menerima pesan teks berisi strategi militer AS dalam penyerangan ke Yaman.
Militer AS akan segera memulai pemberhentian sekitar 1.000 tentara transgender dan memaksa mereka yang tidak mundur secara sukarela untuk keluar dari militer.
Gedung Putih menyatakan tak akan mengusut kontroversi kesalahan berbagi rencana perang pada aplikasi pesan komersial Signal atau dijuluki 'Signalgate'.
Jika solusi diplomatik gagal, AS menegaskan militernya siap "untuk mengambil tindakan lebih jauh dan lebih besar" untuk mencegah Iran memiliki bom nuklir.