Tito merespons soal penjarahan logistik di Sibolga. Tito menilai aksi warga itu karena wilayah Sibolga masih terisolasi dan kemungkinan stok logistik kurang.
Sejumlah negara, termasuk Jepang, Kanada, Chile, Belarus, Australia, dan Rusia turut datang ke Indonesia untuk mempelajari kebijakan pangan yang diterapkan.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jateng terus berupaya mengawasi harga dan distribusi beras di pasaran. Salah satunya dengan menempel stiker HET di beras.