Ini adalah kisah mereka yang hanya bisa memejamkan mata, mendengarkan takbir lewat telepon tua, dan duduk terdiam di tengah ombak laut yang tak bertuan.
Erlan Wimawan, masinis berusia 49 tahun, mengorbankan momen Lebaran bersama keluarga demi mengantar pemudik. Kisah haru dan pengabdian yang menginspirasi.