Kita tidak hanya memikirkan esensi merdeka belajar, tapi juga pendidikan yang memerdekaan, terutama pendidikan yang setara bagi yang lemah, yang tak berdaya.
Di sebuah gang di Arcamanik, Kota Bandung terdapat rumah yang tak biasa. Setiap Minggu, rumah sederhana itu ramai didatangi anak-anak disabilitas tunarungu.
Mengenalkan karya sastra sebagai produk kultural yang digali melalui khazanah kekayaan bangsa akan mengantarkan peserta didik memahami realitas secara sublim.