Kasus siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10), yang tewas gantung diri memicu keprihatinan publik. Pemerintah pun memberikan atensi khusus.
Dirresnarkoba Polda NTT dan enam penyidik dinonaktifkan karena memeras pengedar poppers senilai Rp 375 juta. Polda NTT berkomitmen untuk proses hukum tegas.
Kapoksi DPR RI Selly Gantina menyoroti kemiskinan struktural setelah kasus siswa SD tewas gantung diri di NTT. Dia mendesak evaluasi kebijakan pendidikan.
Terungkap siswa kelas IV SD di Ngada, NTT, gantung diri diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen. Semasa hidup, YBR tinggal di pondok kecil.