Menurutnya, meski baru sebatas persepsi publik terkait dinamika politik praktis dan uji materi di MK, persepsi publik semacam itu juga tidak bisa disalahkan.
"Namanya kayak gitu, setia ini kan muncul dari nurani muncul dari komitmen, muncul dari kesadaran. Nggak ada setia dengan ancaman," kata Hasto Kristiyanto.