Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, melaporkan bahwa penyerbuan militer Israel terhadap kompleks RS Al-Shifa di Gaza menyisakan puluhan mayat.
Seorang sniper atau penembak jitu asal Amerika Serikat yang ikut berperang di Ukraina, menyebut bahwa tentara Ukraina sangat membutuhkan artileri dan amunisi.