Ekonom memprediksi harga-harga akan melonjak dan daya beli masyarakat turun menyusul penguatan Dolar AS terhadap Rupiah. Hal ini rawan memperlambat ekonomi.
Dolar AS makin perkasa terhadap Rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam masih betah di level Rp 16.000-an. Bahkan sempat ancang-ancang mendekati level Rp 16.500
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi yang paling rendah dibandingkan mata uang negara lain.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi oleh gejolak global.