Komnas Perempuan menyesalkan KUHP versi baru yang sudah disahkan DPR. Soalnya, KUHP itu berpotensi melegitimasi kriminalisasi berlebihan terhadap perempuan.
Median melakukan rilis survei elektabilitas tokoh calon presiden dan wakil presiden 2024. Hasilnya elektabilitas Prabowo berada di urutan pertama dengan 24,2%.