Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan biang kerok surplus neraca dagang makin tipis adalah kebijakan protektif yang dilakukan Amerika Serikat (AS).
Dari kendali atas mineral langka, upaya investasi teknologi hingga pasar domestik yang besar inilah amunisi China dalam menghadapi perang dagang dengan AS.
Gencatan senjata perang dagang AS-China memberi dampak positif bagi ekonomi Indonesia, namun tantangan daya saing ekspor tetap ada. Simak analisis lengkapnya.