Kontroversi bermula dari unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu Paskah, yang berisi peringatan kepada Iran terkait Selat Hormuz.
Militer Iran menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait dalam serangan terbaru pada Senin (2/3). Kapal-kapal militer AS di Samudra Hindia juga menjadi target.