Pada Mei 1946, I Gusti Ngurah Rai menolak ajakan perundingan Belanda dengan "Surat Sakti", menegaskan komitmennya untuk berjuang demi kemerdekaan Bali.
Otoritas Taiwan merilis panduan krisis dalam menghadapi ancaman bencana alam dan invasi China. Panduan tersebut dirilis saat ketegangan dengan China meningkat.
Wapres Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan kesiapan untuk perang setelah AS memindahkan kapal induk. Iran juga terbuka untuk negosiasi dengan jaminan.