Pada periode 2011-2017, hanya 17 anak yang diamankan terkait jaringan teror. Namun, pada 2025, jumlahnya meningkat. Anak-anak di Jawa Barat menjadi target.
Densus 88 mengungkap peningkatan anak terpapar radikalisasi melalui game online, dengan 110 anak teridentifikasi. Lima tersangka perekrut telah ditangkap.
Polisi menyelidiki ledakan di SMAN 72 Jakarta. Dari tujuh peledak, empat di antaranya meledak. Terduga pelaku merakit bom sendiri dengan tutorial dari internet.
Jumlah anak terpapar paham radikal terorisme meningkat, dengan 110 anak teridentifikasi pada 2025. Rekrutmen melalui game online jadi salah satu modus utama.
Polisi mengungkap pengakuan pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang mengakses dark web dan grup True Crime. Laptop pelaku disita untuk penyelidikan lebih lanjut.