Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto merespons soal ojek online (ojol) tidak masuk dalam kriteria penerima subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Anggota DPR RI Abdul Hadi mengungkapkan dampak serius jika subsidi BBM untuk ojol dicabut, termasuk kenaikan tarif, inflasi, dan penurunan pendapatan pengemudi.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkap adanya kemungkinan pengemudi ojek online (ojol) mendapat subsidi BBM. Dalam hal ini, ojol masuk dalam kategori UMKM.
"Bahwa masalah yang berkembang tentang BBM untuk ojol itu masih di-exercise oleh pemerintah. Jadi belum merupakan suatu keputusan," kata Bambang Patijaya.
Bahlil Lahadalia meminta orang kaya tak membeli BBM subsidi setelah ada kenaikan harga BBM non-subsidi. Ia menyebut BBM subsidi untuk orang yang membutuhkan.
BPS Jawa Timur mencatat inflasi 0,02% pada April 2026, lebih rendah dari inflasi nasional. Kenaikan harga energi dan komoditas global jadi penyebab utama.