Istana menjelaskan bahwa anggaran pembangunan IKN tidak hilang, hanya diblokir. Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan Rp 48 triliun untuk proyek ini.
Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran besar-besaran di awal pemerintahannya, mulai tak memberi BBM gratis, hingga peniadaan mobil jemputan.