Hal yang mungkin tak banyak diketahui, pangkat kehormatan 'jenderal bintang empat' justru pernah diberikan kepada tokoh sipil, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Menjadi manusia di era artificial intelligence berarti menerima keterbatasan biologis dan kefanaan sebagai inti identitas, sekaligus menegosiasikan ulang makna
Presiden Korut membawa putrinya ke Beijing. Apakah negara yang dipengaruhi konfusianisme nan patriakis ini sudah benar-benar siap menerima pemimpin perempuan?