Meningkatnya total penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank sebesar 7,76% (yoy) menjadi Rp 287,94 triliun, yang didominasi oleh porsi Kredit Konsumtif.
"Kalau BMAD seluruh negara boleh, asal hitungannya ada, misalnya masuk barang tiga tahun terakhir itu naik 200%. Itu boleh (dikenakan BMAD)," kata Zulhas.