Hati-hati, rupanya frekuensi BAB berhubungan dengan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit ginjal dan liver. Begini temuan dari peneliti.
Eks Kepala Otorita IKN Bambang Susantono ditunjuk sebagai Kepala Institut Pembangunan Kota dan Daerah Asia Pasifik (Cities & Local Government Institute/CLGI).