ADB telah menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 juta atau Rp 7,84 triliun (kurs Rp 15.698). Pinjaman itu dipakai guna mendukung reformasi BUMN.
Eropa sedang mengalami krisis energi. Pasca pecahnya perang Rusia-Ukraina, harga komoditas energi di Eropa melonjak, apalagi menjelang dimulainya musim dingin.