Kementerian ESDM mengungkap lima perusahaan tambang di Raja Ampat. Hanya PT Gag Nikel yang aktif memproduksi nikel, meski aktivitasnya dinilai merusak kawasan.
Pulau Waigeo, Gag, Batang Pele, Manyaifun, Manuran di Raja Ampat berisiko mengalami abrasi, kehilangan air bersih, hingga tenggelam akibat tambang nikel.