Anggota DPR R. Imron Amin prihatin atas pengusiran nenek Elina di Surabaya. Ia minta kasus ini tidak dikaitkan dengan suku Madura untuk menjaga harmoni sosial.
Wanita ini mendapat perlakuan tak adil dari neneknya. Ia harus membayar Rp 4.000 untuk mie instan buatan neneknya, sementara cucu favorit makan gratis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi pengusiran paksa nenek Elina oleh oknum ormas. Kasus ini ditangani Polda Jatim dan Pemkot bentuk Satgas Antipreman.