Media sosial memuat banyak konten tentang perawatan kecantikan dengan bahan-bahan aneh yang diklaim efektif. Padahal, bahan tersebut belum teruji secara klinis.
Makanan viral selalu membuat penasaran, terutama anak-anak. Demi mencicip minuman dan cokelat ini, ada bocah yang rela bayar Rp 500 ribu jajan di vending mesin.
Komitmen DPR untuk transparan ke publik lewat eksposur media sosial (medsos) masih menyisakan 'Pekerjaan Rumah' atau PR. Apa yang bisa dioptimalkan lagi?