Mata Hari memukau kaum elite dengan kecantikan dan performanya. Dituduh menjadi mata-mata Perang Dunia I, ia pun dieksekusi regu tembak Prancis pada 1917.
Hendropriyono memuji Seskab Teddy Indra Wijaya sebagai perwira cerdas dan rendah hati. Teddy dianggap sebagai harapan kepemimpinan etis masa depan Indonesia.