Bakul dawet itu menyampaikan kesaksian bahwa banyak suporter mabuk, rusuh, dan menyerang polisi dalam tragedi Kanjuruhan. Polisi menelusuri kebenarannya.
Puluhan botol berisi cairan yang diduga minuman keras (miras) oplosan ditemukan di area Stadion Kanjuruhan, Malang, diperiksa di laboratorium forensik.