Seiring situasi COVID membaik, risiko kemunculan varian Corona baru masih menjadi sorotan. Perlukah ada vaksin COVID-19 baru mengatasi varian Corona 'susulan'?
Dinas Kesehatan melaporkan sebanyak 24 warga domisili Jakarta terpapar positif COVID-19 subvarian baru bernama Omicron BN.1. Kebanyakan pasien bergejala ringan.
Bukan cuma varian XBB, muncul lagi dua subvarian Omicron baru yang memicu peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara. Dikhawatirkan kasus kembali melonjak.
Kemenkes mulai memberikan vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua, Jumat (29/07/22). Diharapkan dapat meningkatkan proteksi dari risiko penularan.
Subvarian Omicron BA.5 merebak di sejumlah negara, termasuk RI. Salah satu gejala Omicron BA.5 adalah sakit tenggorokan, disebut rasanya sangat menyakitkan.
Gelombang BA.4-BA.5 yang diprediksi bakal sampai 20 ribu kasus per hari masih belum tercapai. Benarkah gegara banyak masyarakat yang melakukan antigen sendiri?