Perbedaan fluktuasi harga ini disebut bisa menurunkan daya beli masyarakat hingga membuat minat sohibul kurban bergeser dari sapi ke kambing atau domba.
Selama berabad-abad, nasi menjadi makanan utama di Jepang. Namun, beberapa tahun belakangan, nasi justru mulai ditinggalkan karena harganya yang mahal.