Selama puluhan tahun, rezim teokratis Iran mempertahankan kekuasaannya dengan mengandalkan kekerasan dan represi untuk mematahkan gerakan anti-pemerintah.
Puluhan demonstran di Kalteng menolak wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Mereka khawatir akan dampak terhadap demokrasi dan transparansi pemerintah.
Korban tewas akibat demo besar-besaran di Iran kembali bertambah. Kelompok HAM HRANA melaporkan ada 2.571 orang yang meninggal sejak demo terjadi bulan lalu.
Nilai tukar rial Iran anjlok, menyebabkan barang kebutuhan pokok tak terjangkau dan memicu demonstrasi. Inflasi melonjak, rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan.