Petani tembakau menolak PP Nomor 28 Tahun 2024, khawatir dampaknya pada penyerapan hasil panen. Aturan ini dianggap ancam kesejahteraan petani dan industri.
Bukan mengincar emas atau uang, beberapa pencuri ternyata mengincar durian. Kasus nekat pencurian tersebut sampai merugikan dan membuat petani terluka.
Lima petani ditembak oknum sekuriti PT Agro Bengkulu Selatan. Perusahaan mengaku tidak tahu karyawannya membawa senjata. Insiden ini menimbulkan luka serius.
Pemerintah Provinsi Bengkulu tangani konflik antara petani dan PT Agro Bengkulu Selatan. Lima petani terluka akibat penembakan, biaya berobat digratiskan.
PT Sinergi Gula Nusantara dan Kementan RI gelar Tanam Bersama Tebu Bongkar Ratoon di Sidoarjo. Program ini tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.