Kampung Islam di Desa Air Kuning terbentuk dari pasukan Panglima Kerajaan Gowa, Daeng Nachoda, pada 1667-1669. Terjadi akulturasi budaya dengan penganut Hindu.
Wa'tasimu bihablillahi jami'an wala tafarraqu adalah seruan untuk menjaga persatuan. Lafadz ini menjadi isyarat kebebasan hidup beragama melalui Piagam Madinah.