Menteri ESDM Bahlil mengonfirmasi PP Muhammadiyah akan segera menerima izin pengelolaan tambang eks Adaro Energy. Persiapan bisnis tambang terus dilakukan.
"Jadi kondisi 1997 terbalik dengan kondisi sekarang. Kalau dulu kita ekspor 1 juta barel per hari, sekarang kita impor 1 juta barel per hari," kata Bahlil.