Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tawanan perang besar-besaran, membebaskan ratusan prajurit. Satu-satunya hasil nyata dari perundingan di Istanbul.
Invasi AS ke Venezuela dibungkus isu terorisme, tetapi berakar pada perebutan minyak, unilateralisme, dan runtuhnya kedaulatan serta hukum internasional.
Rusia mengatakan AS akan membebaskan dua warga negara Rusia yang merupakan anggota kru di atas kapal tanker minyak yang disita pasukan AS di Atlantik Utara.
AS mengumumkan bantuan sebesar US$ 45 juta, atau setara Rp 758,2 miliar, dalam upaya memperkuat gencatan senjata yang rapuh antara Thailand dan Kamboja.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengungkap data korban tewas dalam operasi militer Amerika Serikat yang berujung penangkapan Nicolas Maduro.