Perang yang dimulai dengan pemberontakan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah berubah menjadi konflik yang melibatkan kekuatan internasional.
Pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang tewas di Iran, dikenal sebagai sosok keras dalam diplomasi internasional ketika perang berkecamuk di Gaza.
Putra Mahkota Arab Saudi telah menyampaikan kepada para anggota parlemen AS, bahwa ia takut dibunuh karena upayanya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.