Makam massal tragedi 1965 di Plumbon Semarang resmi diberi nisan pada 2015 lalu. Penisanan makam yang berada di tengah hutan itu ternyata punya cerita panjang.
Di era modern tak hanya perang fisik melalui pengerahan kekuatan militer saja, tetapi perang asimetris di ranah cyber, bioteknologi, hingga ke perang pemikiran
Mantan kapten militer Singapura ini divonis kanker stadium 4. Dirinya bangkit dan kini menikmati kegiatannya berjualan roti hingga pastry bikinan sendiri.