Kita butuh kepemimpinan digital yang berorientasi kerja konkret dan cepat, bukan hanya manis kata atau lihat bergimik, lalu gagasan menguap begitu saja.
Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) menilai debat cawapres Minggu (21/1) terlalu banyak gimik sehingga menghilangkan makna sakral debat argumentatif.
Jauh lebih baik sebenarnya, bagi pihak-pihak yang mempersoalkan adanya dugaan kecurangan atau dugaan penggelembungan suara untuk mengumpulkan bukti-bukti.