Bank Indonesia (BI) menyoroti fenomena Rojali dan Rohana dengan menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong konsumsi dan investasi di tengah tantangan ekonomi.
Pemerintah berencana memperpanjang tenor KPR hingga 40 tahun. Hal ini memungkinkan masyarakat membeli rumah subsidi dengan cicilan di bawah Rp 1 juta per bulan.
Bank Indonesia mengungkapkan tekanan global dan domestik menyebabkan rupiah melemah ke Rp 16.607 per dolar AS. BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pelemahan Rupiah bukan disebabkan fundamental ekonomi Indonesia melemah, melainkan faktor global.