Seiring peringatan 78 tahun menyerahnya Jepang pada PD II, negara ini dipaksa menyelesaikan konflik sejarah kekejaman, dengan mengenang prajurit yang gugur.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan, konstitusi yang dibangun dan diperjuangkan bangsa Indonesia adalah konstitusi yang 'hidup' (living constitution).