Indah menyesal tak bisa melanjutkan pendidikan akibat kemiskinan. Kini, ia bekerja sebagai pelayan warung nasi dan berharap pendidikan perempuan dievaluasi.
Kita sedang mengalami tsunami publikasi. Jika dulu menerbitkan artikel di jurnal ilmiah merupakan capaian prestisius, kini jadi semacam keharusan administratif.
Swasembada pangan tidak bisa tercapai jika hanya mengandalkan kebijakan dari atas. Ia perlu tumbuh dari bawah, dari masyarakat yang memang hidup dari laut itu.