Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil utang baru Rp 781,87 triliun pada 2026. Ini menjadi utang tertinggi setelah Pandemi COVID-19.
Berbagai teori kimia disampaikan seorang profesor kimia di pengadilan. Namun fakta-fakta yang terungkap tak mampu terbantahkan dengan serangkaian ilmu sains.
Kondisi ini dinilai sebagai salah satu sinyal 'lampu kuning' yang menandakan tekanan ekonomi rumah tangga semakin nyata di tengah tingginya biaya hidup.
Kondisi ekonomi Indonesia memburuk, banyak yang kesulitan bayar cicilan kendaraan. Rasio kredit macet meningkat, dampak daya beli masyarakat yang melemah.