Ketegangan terjadi di Desa Tengkapak, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, setelah kebun plasma warga diratakan aktivitas pertambangan batu bara.
Kekayaan Prajogo Pangestu menyusut drastis akibat rebalancing MSCI. Ia kehilangan sekitar Rp 28,36 triliun (asumsi kurs Rp 17.730 per dolar AS) dalam sehari.