Kericuhan di Asmat, Papua Selatan, terjadi setelah oknum TNI diduga menembak mati seorang warga. Massa membakar pos Satgas Yonif 123/Rajawali sebagai protes.
Keluarga Prada Lucky Chepril mengklaim menerima banyak versi kematian Lucky, diduga akibat penyiksaan oleh senior di TNI. Luka-luka ditemukan di tubuhnya.